Filed under: Academic Articles
Selama ini yang saya dengar adalah Indonesia sebagai negara yang mempunyai berbagai macam agama dan selalu bertoleransi antara penganut agama yang satu dengan yang lainnya. Tetapi bagaimana pelaksanaan agama di negara lain? misalnya di Inggris dimana saya tinggal selama 9 tahun.
Saya ingin memaparkan pengalaman saya selama bergaul dengan orang-orang yang berasal dari berbagai negara dengan agama yang berbeda. Suatu hari saya pergi dengan kawan-kawan satu universitas untuk berjalan-jalan ke luar kota. Pada saat tiba jam makan siang, saya dan kawan-kawan pergi ke sebuah restaurant. saya sebagai seorang muslim langsung saja memesan sebuah menu yang khusus untuk seorang vegetarian yang mana menu tersebut tidak mengandung unsur-unsur dari daging sedikitpun. ketiga orang kawan saya lama sekali memikir untuk memesan makanan apa untuk makan siang. Mereka berbicara dalam bahasa ibu mereka yang tidak dipahami saya. Kemudian saya bertanya ke mereka, kenapa mereka belum juga memesan makanan?. Jawaban mereka cukup menyentak saya. Mereka menjawab, mereka sebetulnya ingin memesan makanan yang berasal dari babi tetapi mereka merasa kalau mereka memesan makanan tersebut, mereka tidak enak kepada saya. Saya yang mendapatkan pertanyaan tersebut, sebagai bentuk toleransi mereka, menyilahkan mereka untuk memesan makanan tersebut dengan catatan saya tidak akan mencoba makanan tersebut.
Pengalaman kedua, saya yang tengah melaksanakan PhD program di Inggris, didatangi oleh salah seorang dosen senior di universitas tersebut untuk meminta ijin kepada saya yang menjadi minoritas (sebagai muslim), bahwa untuk seminar minggu depan akan dibahas tentang supply change di sebuah pabrik anggur. Beliau bertanya kepada saya, apakah saya tidak merasa keberatan dengan topik tersebut?. Alangkah indahnya solidaritas semacam ini dimana kaum minoritas masih dihormati untuk menjalankan kepercayaan nya.
Selain itu, kita akan sering mendengar ungkapan terima kasih ketika seseorang turun dari angkutan umum, seseorang akan bersedia untuk menahan pintu yang dia buka ketika melihat dibelakangnya ada orang yang ingin masuk juga, atau setiap pengendara bersedia untuk menaati peraturan yang ada dijalan disaat tidak ada polisi sekalipun.
Sedangkan apa yang kita lihat di Indonesia? Hal yang berlawanan seperti yang saya telah ceritakan diatas banyak kita jumpai disini. Melanggar rambu lalu-lintas, jalur busway, dan rendahnya tenggang rasa antar individu, atau begitu mudahnya kita menemui aktivitas korupsi di negara ini.
Dengan kata lain kita melihat ajaran Islam dilaksanakan oleh sebuah komunitas yang mayoritas bukan umat Islam sementara sebuah komunitas yang mayoritas beragama Islam tidak melaksanakan ajaran agama Islam.
Wallahualam
* Irvan Noormansyah
Leave a Comment so far
Leave a comment